MIU Login

UPM FST Perkuat Standar Akademik melalui Penyusunan Pedoman Skripsi, Tugas Akhir, dan PKL

Malang, 29 April 2026 – Kejelasan pedoman akademik menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga mutu proses pendidikan. Pedoman yang baik tidak hanya memberikan petunjuk administratif, tetapi juga memastikan mahasiswa, dosen pembimbing, dan pengelola program studi memiliki acuan yang sama dalam menjalankan setiap tahapan akademik.

Sebagai bagian dari penguatan tersebut, Unit Penjamin Mutu (UPM) Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Workshop Penyusunan Pedoman Skripsi, Tugas Akhir, dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada Rabu, 29 April 2026, di Ruang Sidang Lantai 1 Fakultas Sains dan Teknologi.

Kegiatan dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Prof. Dr. Evika Sandi Safitri, Ketua UPM Elok Kamilah Hayati, M.Si., serta anggota UPM yang mewakili program studi di lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi. Keterlibatan setiap program studi menjadi bagian penting dalam proses penyusunan pedoman karena karakteristik akademik pada rumpun sains, rekayasa, dan teknologi memiliki kebutuhan yang tidak selalu sama.

Workshop difokuskan pada penyempurnaan pedoman penulisan skripsi dan tugas akhir, mekanisme pelaksanaan PKL, serta penyesuaiannya dengan perkembangan akademik dan kebutuhan dunia profesional. Pembahasan juga mencakup format penulisan ilmiah, proses pembimbingan mahasiswa, evaluasi hasil PKL, etika akademik, serta upaya pencegahan plagiarisme.

Dalam perspektif penjaminan mutu, penyusunan pedoman yang terstandar memiliki arti penting. Perbedaan prosedur atau interpretasi dapat menimbulkan ketidakjelasan bagi mahasiswa maupun dosen dalam menjalankan proses akademik. Karena itu, keberadaan pedoman yang jelas diperlukan untuk memberikan kepastian mengenai tahapan, tanggung jawab, standar keluaran, dan mekanisme evaluasi yang harus dipenuhi.

Standarisasi bukan berarti menghilangkan kekhasan masing-masing program studi. Sebaliknya, pedoman di tingkat fakultas diharapkan menyediakan kerangka mutu yang sama, sementara kebutuhan spesifik bidang ilmu tetap dapat diakomodasi pada bagian yang memang memerlukan penyesuaian. Pendekatan ini memungkinkan standar akademik tetap terjaga tanpa mengabaikan karakter keilmuan setiap program studi.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya keterlibatan perwakilan program studi dalam workshop. Masukan dari setiap program studi diperlukan agar pedoman yang dihasilkan tidak hanya baik secara konseptual dan administratif, tetapi juga realistis untuk diterapkan dalam proses akademik sehari-hari. Ketua UPM juga menekankan pentingnya keterlibatan tersebut agar pedoman dapat mengakomodasi keberagaman keilmuan yang ada di Fakultas Sains dan Teknologi.

Perhatian terhadap etika akademik dan pencegahan plagiarisme juga menjadi bagian penting dalam penyusunan pedoman. Skripsi dan tugas akhir merupakan karya ilmiah yang tidak hanya menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan dan metodologi penelitian, tetapi juga mencerminkan integritas dalam proses akademik. Oleh karena itu, ketentuan mengenai penulisan ilmiah, penggunaan sumber, pembimbingan, dan evaluasi perlu dirumuskan secara jelas.

Demikian pula dengan PKL. Sebagai kegiatan yang mempertemukan proses pembelajaran di perguruan tinggi dengan lingkungan kerja nyata, pelaksanaan PKL membutuhkan mekanisme yang jelas sejak tahap persiapan, pelaksanaan, pembimbingan, hingga evaluasi. Pedoman yang terstruktur diharapkan membantu memastikan bahwa PKL tidak hanya menjadi persyaratan akademik, tetapi benar-benar memberikan pengalaman belajar yang relevan bagi mahasiswa.

Bagi UPM, proses penyusunan pedoman ini merupakan bagian dari upaya memastikan standar akademik dapat diterjemahkan ke dalam prosedur yang jelas dan dapat diterapkan. Dokumen pedoman selanjutnya dapat menjadi salah satu acuan dalam pelaksanaan, monitoring, serta evaluasi proses akademik di tingkat fakultas dan program studi.

Workshop ini juga mencerminkan bahwa penjaminan mutu tidak berhenti pada penyusunan dokumen. Pedoman perlu ditinjau dan disesuaikan secara berkala dengan perkembangan keilmuan, perubahan kebutuhan mahasiswa, kebijakan institusi, serta dinamika dunia profesional. Dengan demikian, dokumen akademik tetap relevan dan mampu mendukung proses pendidikan yang terus berkembang.

Melalui penyusunan Pedoman Skripsi, Tugas Akhir, dan PKL, UPM bersama pimpinan fakultas dan program studi berupaya membangun proses akademik yang semakin jelas, konsisten, dan terukur. Pedoman yang dihasilkan diharapkan tidak sekadar menjadi kelengkapan administratif, tetapi benar-benar menjadi acuan bersama dalam mendukung kelancaran studi mahasiswa sekaligus menjaga mutu pendidikan di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

发表回复

您的邮箱地址不会被公开。 必填项已用 * 标注

Berita Terkait